Thursday, July 19, 2007

Perangkat Perang Videografer



Seorang videografer harus punya senjata ampuh dalam berkarya. Sebuah handycam berformat digital pu belum cukup, ada hal-hal lain yang wajib ada:

1. PC dengan generasi PENTIUM 4, akan lebih baik kalau yang berteknologi Hyper Threading karena akan mempercepat kerja.

2. Kartu capture video yang mampu menghasilkan capture dengan cukup tinggi. Kartu ini diperlukan bila komputer Anda belum memilki colokan untuk mentransfer hasil shooting Anda yang masih berformat analaog. Pilih kartu yang memilki pilihan input dan up to date, bahkan meyediakan input RCA untuk analog.

3. Hardisk yang memilki kecepatan tinggi untuk SO dan perangkat lunak penyunting video. Selain itu, hardisk lain dengan spesifikasi di bawahnya untuk menyimpan hasil capture maupun hasil olahan video. Untuk pengolahan video intensif, gunakan SCSI. untuk keperluan pengolahan video standart, gunakan hardisk Serial ATA, Sedangkan untuk pemakaian yang tidak rutin, gunakan video berkecepatan 7200 RPM. Untuk hardisk data gunakan hardisk standart (5400/7200 RPM) dengan volume yang cukup besar.

4. Kartu suara yang memadai.

5. Kartu grafis.

6. CD-ROM, CD-RW/DVD-RW.

Penting juga untuk tidak terpaku hanya pada satu jenis software pada pengolahan video, Adobe Premiere saja misalnya. Ulead Video Studio, Pinnacle Studio, MGI Video Wave pun perlu dikenali. Karena tidak semua softwrae mampu menjawab semua kebutuhan kita untuk mengolah dan membuat video seperti yang kita mau.
Selain aplikasi pengolah video, tak ada salahnya melengkapi penguasaan aplikasinya dengan software pengolah dan penyunting audio, sehingga Anda dengan mudah bisa mengolah, menyisipkan, menambahkan file audio di dalam story board.
Nah, lengkap sudah perangkat perang video Anda !


(from PC PLUS)

Wednesday, July 11, 2007

Kendalikan TV Tanpa Gerakkan Jari

Lupakan remote TV. Sebab, kini ada teknologi terbaru yang lebih memudahkan dalam pengoperasian kotak kaca ajaib ini.Tanpa menggerakkan jari sedikit pun, TV bisa disetel sesuai dengan keinginan. Teknologi ini disebut brain-machine interface.
Cara kerjanya dengan menganalisis di setiap gerakan aliran darah pada otak. Lalu, hasil analisis tersebut ditransfer ke sinyal elektrik yang ada di rangkaian elektronik yang telah terkoneksi dengan sistem pengendalian komputer. Alat tersebut baru saja diuji coba di laboratorium Hitachi di Hitoyama, Jepang.
Menurut Kei Utsugi, peneliti yang membuat sistem ini mengatakan berbagai aktivitas otak, termasuk menghitung atau bernyanyi, membuat runtutan cara kerja berjalan bisa diatur. Bahkan ketika beliau berhenti menghitung, alat tersebut pun berhenti bekerja.
Dasar dari alat ini adalah teknologi optik topografi. Sebenarnya kunci keunggulan Hitachi adalah mereka mempunyai senso yang cukup istimewa, sebab untuk melakukan tugasnya, sensor tersebut tidak perlu dimasukkan ke dalam otak.
Kita tunggu revolusi Hitachi selanjutanya!

Monday, July 2, 2007

Perpustakaan Digital Untuk Tuna Netra

Tiflolibros (Bahasa Spanyol) merupakan perpustakaan digital pertama di dunia bagi kalangan tuna netra.Tiflolibros yang didirikan pada tahun 1999 oleh sekelompok tuna netra telah memiliki lebih dari 20000 buku yang dapat diakses sekitar 3000 anggotanya yang tersebar di Amerika, Eropa, dan Asia.Tiflolibros menawarkan katalog online yang dapat didownload hanya dengan melengkapi data pribadi. Para anggota dapat 'membaca' buku menggunakan komputer yang dilengkapi perangkat suara buatan (sintetic voice),huruf Braille /software pembaca layar (screen voice reader) lainnya.
Dengan terobosan ini, tiflolibros memfasilitasi para tuna netra untuk mengakses ilmu pengetahuan.Tiflolibros didukung pula oleh kalangan non tuna netra yang mengkolaborasi dalam mengelola administrasi.Tiflolibos merupakan organisasi non-profit yang dikelola oleh Pablo Lecuona, kandidat sarjana seni fakultas komunikasi massa, Universidadde Buenos Aires sebagai direktur executive. Mara Lis Vilar, guru pendidikan khusus bagi kalangan tuna netra. Andre Dure, tuna netra, progammer,sebagai koordinator teknik dan Martha Trainer, tuna netra, seorang mahasiswa jurusan komunikasi.
Pendaftaran hanya terbuka bagi mereka yang memiliki keterbatasan membaca buku cetak. Untuk registrasi dapat mengirim e-mail ke tiflolibros@tiflolibros.com.ar dan gratis, namun pendaftar direkomendasikan untukmenyumbang yang setara dengan harga 2 buku cetak (US$50) untuk mendukung biayaoperasional perpustakaan digital ini.Dan kini tak kan ada kesenjangan ilmu pengetahuan dan wawasan antara para penyandang tuna netradan yang normal. Semoga akan semakin banyak teknologi yang dikembangkan untuk mereka yang berkebutuhan khusus.
(taken from Wawasan Edukasi)